Anak Jadi Korban Bullying di Media Sosial, Orangtua Harus Yakinkan Ini

MEDIA sosial saat ini bukan hanya tempat mencari popularitas semata. Tapi juga dijadikan orang-orang tak bertanggung jawab untuk menjatuhkan seseorang.

Perilaku bullying di media sosial bukan suatu yang asing lagi. Kekuatan media sosial membuat korban bullying merasa semakin terpuruk dan mengakibatkan depresi. Menurut Psikolog Anak dan Keluarga, Astrid WEN, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan seseorang tentang aturan yang berlaku di media sosial.

Saat ini, lanjut Astrid, orang yang ekstrovert dan lebih terbuka di media sosial lebih dihargai daripada mereka yang tidak mengekspresikan dirinya di tempat yang sama. Hal ini mendorong remaja melakukan hal yang kontroversial untuk lebih dihargai. “Remaja cenderung meletakkan diri di media sosial,” tambah Astrid.

Karena hal tersebut, tidak heran remaja yang melakukan hal kontroversial di media sosial menjadi korban bullying. Jika anak Anda menjadi korban bullying di media sosial, cobalah lakukan sesuatu yang membuat dia merasa nyaman. Anda bisa meyakinkan dia untuk merasa berharga untuk keluarga dan dirinya sendiri. Sehingga tidak membuatnya merasa perlu melakukan sesuatu yang lebih ekstrem untuk dikenal orang lain.

“Padahal terlepas cuma dapat satu like, kamu tetap berharga. Itu yang sulit diyakini remaja. Kadang caranya salah karena lingkungan tidak memberi cara yang tepat. Di sini orangtua perlu peka, perlu tahu kalau anaknya di-bully,” tandas Astrid.

(vin)

Leave a Reply